Category Archives: Berita

SEPTV UR Kunjungi Radio UIA dan TV3 Malaysia

sep fix 1

www.unri.ac.id – Tim manajemen TV Kampus Universitas Riau, “SEPTV”, sejak Kamis Tanggal 20 – 24 Maret 2014. Selama empat hari berada di Kualalumpur Malaysia guna melakukan kunjungan akademik ke International Islamic University Malaysia/ Universitas Islam Antarbangsa Malaysia (IIUM/ UIAM), TV3 dan beberapa tempat lainnya.

Acara kunjungan dipimpin oleh Ir. Ridar Hendri MSi, membawa serta 10 orang rombongan SEPTV, Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan Faperika UR Ir. Eni Yulinda, MP dan dosen senior Ir. Hendrik, MS, keduanya pembina SEPTV. Sedangkan kru lainnya adalah Bartolomeus Tomi SPi (Pemimpin Umum), Tita Yuniasih SPi (Pemimpin Redaksi), Ir. Anthony Harry, dan tujuh mahasiswa pengasuh TV Kampus Universitas Riau tersebut.

sep fix 3

Para rombongan SEPTV UR berfoto bersama di International IslamicUniversity Malaysia (foto: dok SEPTV UR)

Pembina SEPTV Ir. Eni Yulinda, MP yang juga Ketua Jurusan SEP Faperika menyerahkan plakat SEPTV sebagai cenderamata kepada Direktur IIUM Press Prof. Roosfa Hasyim (foto: dok SEPTV UR)

Pembina SEPTV Ir. Eni Yulinda, MP yang juga Ketua Jurusan SEP Faperika menyerahkan plakat SEPTV sebagai cenderamata kepada Direktur IIUM Press Prof. Roosfa Hasyim (foto: dok SEPTV UR)

Di UIA, rombongan mengunjungi IIUM Press (Lembaga Penerbitan UIA), dan Radion Kampus IIUM.FM. Rombongan diterima hangat oleh Direktur IIUM Press, Prof Roosfa Hasyim, dan Direktur Halal Center Prof Irwandi Jaswir dan beberapa staf IIUM Press. Saat mempresentasikan kegiatan lembaga yang dipimpinnya, Prof Roosfa menyatakan gembira karena akhirnya tim SEPTV jadi juga ke UIA. Sebab, sepekan sebelumnya sempat tertunda gara-gara gangguan penerbangan akibat bencana kabut asap.

Prof Roosfa menjelaskan bahwa selama 18 tahun terakhir, pihaknya sudah menerbitkan 300 buku textbook. Semua buku tersebut adalah buku berbagai disiplin ilmu yang dikaitkan dengan nuansa keislaman. Misalnya buku ekonomi syariah, hukum Islam dan sebagainya. Beliau menjelaskan juga tentang strategi marketing buku mereka melalui aneka pameran buku (bookfair) internasional dan teknik distribusi buku tersebut ke kampus-kampus di negara-negara sekuler.

Kru SEPTV berpose usai mengunjungi studio radio kampus UIA Malaysia, IIUM.FM (foto: dok SEPTV UR)

Kru SEPTV berpose usai mengunjungi studio radio kampus UIA Malaysia, IIUM.FM (foto: dok SEPTV UR)

 

Sementara itu Ridar Hendri mempresentasikan keberadaan lembaga penyiaran SEPTV, serta visi, misi dan kegiatannya. Sebelum meninggalkan IIUM Press, Ketua Jurusan SEP Ir Eni Yulinda MP saling bertukar cenderamata dengan Prof Roosfa Hasyim.

Selanjutnya rombongan meninjau studio megah radio IIUM.FM di kampus yang sama. Di radio ini Ridar Hendri sempat menjadi tamu dalam program special dialog yang disiarkan secara live dan streaming. Seusai menunaikan sholat Jumat di Mesjid Putrajaya, dan menikmati keindahan objek wisata di kawasan itu, rombongan menuju studio TV3 Sri Pentas.

Ridar Hendri mengatakan cukup puas dengan hasil kunjungan akademik ke Kuala Lumpur yang sudah direncanakan sejak enam bulan lalu ini. Hasil kunjungan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan SEPTV ke depan. Hal yang sama juga dikatakan Kajur SEP Eni Yulinda. “Banyak hal positif yang dapat dipetik dari cara UIA membangun dan membina lembaga penyiaran kampus mereka. Mereka sangat profesional. Ini boleh kita tiru,” ujarnya. *** (Hizra BPTIK UR / SEPTV UR)

 

Satgas STBA UR taja Workshop Internasional “Aksi Nyata dan Prioritas Penelitian Pengendalian kebakaran Gambut”: Mencari solusi hingga peluncuran draft buku “Jerabu di Negeri Kami”

workshop cover 1

www.unri.ac.id – Satgas STBA (Solusi Tuntas Bencana Asap) UR yang dipimpin oleh Rektor UR dan Dr. Haris GUnawan selaku Sekretaris, menaja acara Workshop Internasional pada Tanggal 21 Maret 2014 bertempat Aula Rumah Sakit pendidikan UR pada pukul 08.00 WIB. Acara workshop yang mengambil tema “Aksi Nyata dan Prioritas Penelitian Pengendalian kebakaran Gambut” telah mendapat appresiasi multipihak, baik pemerintah pusat, daerah, kalangan akademisi, dan stakeholder lainnya.

seminar1

Para pembicara, Satgas STBA UR dan pejabat UR berfoto bersama diacara Workshop Internasional (foto: dok Satgas STBA UR)

 

seminar5

Rektor UR yang sekaligus Ketua Satgas STBA UR berfoto bersama dengan para pembicara dan partisipan acara Workshop Internasional (foto: dok Satgas STBA UR)

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya pembicara yang mengisi acara workshop. Bahkan dari Kyoto University hadir Prof. Dr. Kosuke Mizuno, Prof. Dr. Azwar Maas dan Dr. Oka Karyanto dari Universitas Gajah mada, Ir. Kemal Amas, M.Sc dari BBKSDA Riau, dari BPBD Riau dihadiri oleh Drs. Said Saiqul Amri, Ir. Darmanto dipIHE, M.Sc, Prof. Dr. Indra Setiawan dari Institut Pertanian Bogor, dari UR hadir sebagai pembicara adalah prof. Dr. Zulkarnaini dari Pusat Komunikasi UR, Dr. Haris Gunawan dari SATGAS STBA UR dan dr. Zulharman, Med, Edu selaku Direktur RSP UR.

Masing-masing pembicara memberikan solusi dan memaparkan asal muasal terjadinya bencana asap di Riau serta tentang apa saja dampak jangka pendek dan jangka panjang bagi masyarakat Riau. Selain itu juga membangun agenda bersama terkait langka-langka aksi nyata berbasis penelitian dan kerjasama multi stakeholder terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut.

Diacara workshop tersebut, Satgas STBA UR tidak lupa membagikan draft buku yang berjudul “Jerebu di Negeri Kami”. Disela-sela acara workshop, Sekretaris Satgas STBA UR Dr. Haris Gunawan menjelaskan bahwa isi dari buku tersebut selain membahas tentang bencana asap juga sangat multiaspek serta memberikan ruang bagi para penulis menuangkan gagasan-gagasan apapun terkait dengan bencana asap.

Acara workshop juga ditandai dengan peluncuran draft buku Jerebu di Negeri Kami, para penulis bisa menyumbangkan pikiran dan gagasan didalam buku tersebut (foto: dok Satgas STBA UR)

Acara workshop juga ditandai dengan peluncuran draft buku Jerabu di Negeri Kami, para penulis bisa menyumbangkan pikiran dan gagasan didalam buku tersebut (foto: dok Satgas STBA UR)

seminar3

Sekretaris Satgas STBA UR sekaligus salah satu pembicara diacara workshop internasional Dr. Haris Gunawan tengah menjelaskan tentang hotspot api dan lahan gambut Riau (foto: dok Satgas STBA UR)

“Buku tersebut akan diterbitkan resmi dan akan beredar secara umum dalam waktu dekat. Kami juga memberikan kesempatan kepada para penulis dan pihak yang tertarik untuk memberikan sumbangsih tulisan tentang jerebu (asap). Sila bapak dan ibu yang berminat dapat mengirimkan paper lepasnya ke email tim satgas, paling lambat hari Rabu, 26 Maret 2014.” ucapnya.

Selain menerangkan tentang aksi nyata apa saja yang telah Satgas STBA UR lakukan berupa bantuan medis di wilayah Pekanbaru, bekerja sama dengan Rumah Sakit UR memberikan pelayanan pengobatan gratis yang berakhir sabtu Tanggal 22 Maret 2014 kemarin, Satgas STBA UR juga bekerja sama dengan LPM bergabung di pemberian bantuan medis di desa Sidomulyo, Teropong, selain itu mendukung BEM UR memberikan edukasi tentang bahaya asap dan pemberian masker dipersimpangan SKA Pekanbaru.

Para peserta yang serius mendengarkan penjelasan dari para pembicara Workshop Internasional (foto: dok Satgas STBA UR)

Para peserta yang serius mendengarkan penjelasan dari para pembicara Workshop Internasional (foto: dok Satgas STBA UR)

Di akhir April rencananya akan dilaksanakan workshop lanjutan, dengan cakupan tema dan partisipan yang lebih luas. “Selain akademisi juga akan mengundang perwakilan daerah yang menjadi potensi sumber bencana asap provinsi.” ucap Dr. Haris Gunawan mengakhiri wawancara.

Bagi Bapak/Ibu keluarga besar UR yang berminat dalam workshop lanjutan tersebut dapat menghubungi Satgas STBA UR via email atau datang langsung ke posko yang berlokasi di RS pendidikan UR lantai 3. ***(Hizra BPTIK UR)

PERPUSTAKAAN UR BUKA PELAYANAN DI HARI MINGGU

pustaka

www.unri.ac.id – Mulai tanggal 16 Maret 2014 tepatnya di hari Minggu, Perpustakaan Universitas Riau akan membuka pelayanan bagi mahasiswa. Pelayanan dibuka dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dibukanya layanan hari Minggu dalam rangka meningkatkan pelayanan perpustakaan kepada civitas akademika UR terutama mahasiswa Pascasarjana.

Pelayananan perpustakaan pada hari Minggu meliputi layanan koleksi dan layanan administrasi perpustakaan. Pelayanan administrasi seperti  bebas pustaka, registrasi keanggotaan dan keterlambatan pengembalian buku dilayani di hari Minggu. Perpustakaan UR terus meningkatkan pelayanan baik  layanan online dan layanan fisik (koleksi). Bahkan di tahun 2014 ini perpustakaan sedang menambah ruangan koleksi dan ruangan baca.

pustaka3

Book Store yang merupakan salah satu fasilitas di Perpustakaan UR (foto: Pustaka UR)

pustaka2

Suasana luar gedung Perpustakaan UR yang memiliki English Corner, sarana bagi para mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan (foto: Pustaka UR)

Selain itu, perpustakaan UR sedang mengembangkan koneksitas antar perpustakaan fakultas dengan perpustakaan pusat. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan UR, Ajir. S.Pd “Target kita bulan Mei mendatang sudah teraplikasikan untuk 7 perpustakaan fakultas,” ucapnya.

“Mudah-mudahan apa yang kami kembangkan dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika dalam menunjang proses pembelajarannya,” ucap Ajir menutup perbincangan. ***(lib.unri.ac.id / Hizra BPTIK UR)

Rektor UR Lepas Tim Satgas STBA Turun Ke Lokasi Asap

www.unri.ac.id – Halaman depan Gedung Rektorat pagi ini (8/4) tampak berbeda, dipenuhi puluhan orang relawan yang terdiri dari Satuan Tugas STBA (Solusi Tuntas Bencana Asap) UR, tentara AURI, para dosen, tim medis dan mahasiswa. Sejak 4 Maret 2014, merespon bencana asap yang belum kunjung mereda, UR membentuk Satgas STBA UR sebagai wujud peran aktif Universitas Riau dalam penanggulangan dampak persoalan asap. Satgas STBA sendiri langsung dikomandoi oleh Rektor UR  Dr. Ashaluddin Jalil, MS sebagai Ketua dan Dr. Haris Gunawan selaku Sekretaris.

Tim Satgas STBA UR turun langsung kelapangan, dijadwalkan mulai hari Sabtu hingga Senin Tanggal 8 – 10 Maret 2014 dengan melakukan aksi di lokasi-lokasi terbakar di desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Dimana lokasi ini adalah lokasi terbakar paling parah, gedung sekolah, rumah-rumah terbakar dan banyak masyarakat yang harus mengungsi.

Tim Satgas 1

Beberapa pasukan AURI ikut membantu Tim Satgas STBA UR dalam aksi turun kelapangan hari ini (foto: Hizra BPTIK UR)

Tim Satgas 2

Rektor UR yang sekaligus Ketua Satgas STBA UR didampingi  oleh PR II  Dr. Yanuar, M.Sc dan Sekretaris Satgas STBA Dr. Haris Gunawan, memberikan pidato penyemangat bagi tim relawan yang turun kelapangan ke daerah Hot Spot bencana Asap (foto: Hizra BPTIK UR)

Dalam kata sambutan pelepasan Tim Satgas STBA, Rektor UR menyemangati para relawan dan menegaskan bahwa UR akan mengerahkan seluruh aset dan sumberdaya yang dimiliki hingga tercapainya kondisi lingkungan dan ekosistem yang dapat menjamin keberlangsungan manusia dalam harmonisasinya dengan alam untuk generasi kini dan masa akan datang.

Kegiatan tersebut nantinya meliputi Mapping rencana penelitian, tim medis, tim penyembuhan trauma psikis dan mempersiapkan kelanjutan aksi nyata. SATGAS STBA UR juga akan mempersiapkan logistik, pembangunan tenda yang difasilitasi oleh pihak AURI. Tenda akan didirikan di depan kantor kepala desa Tanjung Leban.

Tim Satgas 3

Rektor UR menyalami para tim relawan Satgas STBA UR (foto: Hizra BPTIK UR)

Tim Satgas 4

Sekretaris Satgas STBA UR, Dr. Haris Gunawan ikut turun langsung mengawal kegiatan pagi ini (foto: Hizra BPTIK UR)

Tim Satgas 5

Para dosen dan tim medis yang tergabung dalam Satgas STBA UR dan dijadwalkan turun kelapangan mulai hari ini hingga hari Senin (foto: Hizra BPTIK UR)

“Inshaallah saya dan beberapa pejabat UR akan turun langsung kelapangan jam 11 siang ini. Melihat kondisi dan hot spot di Tanjung Leban dan Bengkalis. Sekaligus memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Ini wujud partisipasi aktif Universitas kita pada masyarakat.” Ungkap Rektor UR yang ditemui diakhir acara memimpin pelepasan Tim relawan.

Tim Satgas STBA UR telah berkoordinasi dengan Satgas Penanggulan asap di Provinsi Riau untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para korban dampak bencana asap. UR juga sudah menyiapkan Rumah Sakit Universitas (RS-UR) sebagai Rumah Sakit rujukan bagi penderita dampak permasalahan asap yang terjadi di Provinsi Riau yang terbuka dan gratis bagi masyarakat Riau. ***(Hizra – BPTIK UR)

Universitas Riau Peduli Asap

rektor foto bersama warga dan tim universitas riau edit

www.unri.ac.id – Universitas Riau melalui Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (LPM UR) dan Rumah Sakit Universitas Riau (RS-UR) mengadakan bakti sosial. Dalam kegiatan ini, UR memberikan pengobatan, penyuluhan penyakit  ISPA  dan pemberian masker . Bertempat di Posyandu RW 19 Kelurahan Sidomulyo barat, Kamis (6/3).

Angka penderita ISPA ini akan terus meningkat di Riau, mengingat sejauh ini, dari 12 Kabupaten dan Kota mengalami kebakaran hutan. Untuk meminimalisir jumlah penderita ISPA dan sejumlah penyakit akibat asap, Universitas Riau memberikan penyuluhan dampak penyakit ISPA dan sejumlah penyakit akibat asap kepada masyarakat dan dan anak-anak selain itu mendistribusikan masker, adapun  dari segi penyuluhannya sendiri diberikan oleh Ns Agrina M Kep Sp Kom.

Ns Agrina M Kep Sp Kom memberikan penyuluhan (foto: Humas UR)

Ns Agrina M Kep Sp Kom memberikan penyuluhan (foto: Humas UR)

Pemasangan masker secara simbolis dari LPM UR kemasyarakat (foto: Humas UR)

Pemasangan masker secara simbolis dari LPM UR kemasyarakat (foto: Humas UR)

Perawat dari Universitas Riau memeriksa masyarakat (foto: Humas UR)

Perawat dari Universitas Riau memeriksa masyarakat (foto: Humas UR)

Kegiatan pada bakti sosial ini mendapat sambutan positif dari ketua RW 19 dan warga Perumahan Griya Bumi Arengka kelurahan Sidomulyo Barat Masrianto, selain itu masyarakat merasa terbantu mendapatkan pengobatan gratis dan penyuluhan yang diberikan oleh Universitas Riau.

Dalam hal ini Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Riau Prof Dr Zulkarnain Msi  juga menyampaikan kegiatan ini merupakan pogram Universitas Riau melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) yang dilaksanakan oleh bagian pusat pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini merupakan bentuk nyata kepedulian Universitas Riau kepada masyarakat akan kesehatan yang dilaksanakan berbentuk bakti sosial, jadi program universitas Riau tidak hanya mendidik dan mengajar tetapi juga mempunyai kepedulian berbentuk bakti sosial sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi” ucap Rektor Universitas Riau Prof  Dr Ashaluddin Jalil MS yang juga turut hadir didalam kegiatan tersebut. **(Humas UR / Hizra – BPTIK UR

Press Release Rektor UR (KETUA SATGAS SOLUSI TUNTAS BENCANA ASAP – STBA)

Rektorat-UR

Press Release Rektor UR (KETUA SATGAS SOLUSI TUNTAS BENCANA ASAP-STBA)

Tempat : Lobby Gedung Rektorat Universitas Riau

 

  1. Bahwa Universitas Riau (UR) sebagai Center of Excelent di Provinsi Riau dengan perannya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, berperan aktif dalam menemukan solusi tuntas dan melakukan aksi-aksi nyata terkait bencana asap di Provinsi Riau.
  2. Bencana asap yang terjadi di Riau, yang selalu berulang setiap tahunnya, terutama sejak 17 tahun belakangan ini dari tahun 1997, merupakan kejahatan lingkungan dengan dampak yang sistemik dimana telah menyebabkan kerugian yang besar dari segala aspek, baik materi maupun non materi yang secara nyata dapat dilihat dari aspek lingkungan (ex: kualitas udara yang sangat buruk), ekonomi (e.g: penundaan penerbangan), sosial (e.g: diliburkannya kegiatan belajar mengajar di sekolah), dan kesehatan (e.g meningkatnya penderita ISPA) di Provinsi Riau, sehingga dibutuhkan langkah-langkah konkrit dan strategis oleh UR untuk penyelesaiannya.
  3. Bencana asap yang disebabkan terutama terbakarnya lahan gambut di propinsi Riau, mengindikasikan kegagalan pendekatan pembangunan ekonomi, terutama pemanfaatan lahan gambut. Oleh karena itu, lahan gambut tersisa di Riau harus dipertahankan tetap dalam kondisi alaminya, dan yang telah terbakar atau rusak harus dipulihkan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Penguatan penerapan moratorium pemanfaatan, penutupan kanal-kanal penyebab lahan gambut menjadi semakin kering dan upaya membasahi kembali menjadi prioritas untuk dikerjakan.
  4. Para ahli di UR, bersepakat bahwa: lemahnya penegakan hukum, belum adanya peraturan daerah yang mengakomodir persoalan lingkungan terkait kebakaran lahan gambut, kesalahan dalam pendekatan pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem gambut, tidak adanya kontrol sosial dalam bentuk aturan lokal yang tertulis, lemahnya kelembagaan petani (e.g petani pengelola pemakai air (P3A), kelompok tani), ketergantungan aktifitas ekonomi terhadap lahan, buruknya tata kelola lahan (e.g.kanalisasi lahan gambut yang tidak dilengkapi pintu air) dan pembukaan lahan gambut dengan cara membakar untuk perkebunan sawit adalah penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut di Provinsi Riau. Untuk itu diperlukan kajian yang terpadu dan mendalam yang diikuti dengan rekomendasi ilmiah untuk menyelesaikan persolan tersebut.
  5. Bahwa upaya yang telah dilakukan selama ini oleh para pihak, baik pemerintah pusat, pemeritah daerah, maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Propinsi Riau belum memberikan solusi tuntas persoalan asap di Propinsi Riau.
  6. Untuk itu, UR telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Solusi Tuntas Bencana Asap (STBA) yang akan menyusun strategi berbasis penelitian, partisipasi masyarakat dan implementasi berupa aksi-aksi nyata yang terprogram secara berkelanjutan untuk mengatasi bencana asap di Provinsi Riau yang langsung dipimpin oleh Rektor UR.
  7. Penanggulangan dampak persoalan asap, UR telah menyiapkan Tim yang berkoordinasi dengan Satgas Penanggulan asap di Provinsi Riau untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para korban dampak bencana asap. UR juga sudah menyiapkan Rumah Sakit Universitas (RS UR) sebagai rumah sakit rujukan bagi penderita dampak permasalahan asap yang terjadi di Provinsi Riau yang terbuka dan gratis bagi masyarakat Riau.
  8. UR membentuk tim terpadu yang terdiri dari pakar-pakar yang ahli dalam bidangnya untuk melakukan riset dan pengabdian masyarakat secara terintegrasi dan berkelanjutan dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut dengan target terjadinya penurunan jumlah kejadian kebakaran (hot spot) secara signifikan setiap tahunnya di Provinsi Riau.
  9. UR akan menoptimalkan program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mahasiswa dengan tema pencegahan kabakaran hutan dan lahan di lahan gambut sebagai wujud pengabdian masyarakat yang dilakukan secara berkesinambungan pada wilayah-wilayah rawan terjadinya kebakaran lahan gambut.
  10. UR siap menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Pusat, Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten di Provinsi Riau, Perusahaan Negara dan Swasta, LSM, Pemerhati Lingkungan, dan Lembaga Internasional untuk penguatan pelaksanaan kebijakan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Tingkat Kabupaten dan Propinsi.
  11. Mengerahkan seluruh aset dan sumberdaya yang dimiliki Universitas Riau hingga tercapainya kondisi lingkungan dan ekosistem yang dapat menjamin keberlangsungan manusia dalam harmonisasinya dengan alam untuk generasi kini dan masa akan datang.

             Pekanbaru, 7 Maret 2014

Rektor UR/ Ketua Satgas: Prof. Dr. Ashaluddin jalil, M.S

Aksi Nyata Penanganan Bencana Asap Riau: UR Bentuk SATGAS STBA

satgas 3 edit

www.unri.ac.id – Sejak beberapa bulan belakangan ini Provinsi Riau dilanda bencana asap yang tidak kunjung mereda. Kesehatan masyarakat menjadi terancam dengan banyaknya jatuh korban yang terserang berbagai macam penyakit saluran pernafasan dan penyakit lainnya. Merespon hal tersebut dan juga sebagai bentuk nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mana salah satu butirnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Riau melalui Rektor dan para dosen di lingkungan UR telah menyepakati dengan membuat keputusan bersejarah sebagai tonggak komitmen dan peran UR yang diperluas secara kelembagaan. Menemukan solusi tuntas dan aksi nyata menghadapi bencana asap yang tentunya dengan gagasan besar menuju harmonisasi dengan alam.

satgas 2

Sekretaris Satgas STBA UR, Dr. Haris Gunawan tengah memaparkan rencana kerja Penanggulangan Asap Riau (dok: Satgas STBA UR)

Sejak Selasa, 4 Maret 2014 pukul 14.00 WIB di ruang rapat senat gedung Rektorat lantai 4 Universitas Riau dibentuklah SATGAS STBA (SOLUSI TUNTAS BENCANA ASAP) dengan mandat penuh dari UR. Satgas ini akan mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk secara aktif mencari solusi tuntas bencana asap. Rencana Aksi ini akan dipimpin langsung oleh Rektor UR Prof. Dr. Ashaluddin Jalil, MS sebagai Ketua dan Dr. Haris Gunawan selaku Sekretaris Satgas STBA Universitas Riau.

Sedangkan aksi nyata pertama Satgas STBA UR telah dilaksanakan di Kelurahan Sidomulyo Barat Kota Pekanbaru tepatnya di Posyandu RW 19, dengan memberikan pengobatan, pembagian masker dan penyuluhan tentang ISPA yang semua kegiatan tersebut gratis untuk masyarakat. Acara tersebut diawasi langsung oleh Sekretaris Satgas STBA Dr. Haris Gunawan.

satgas 1

Rektor UR selaku Ketua Satgas STBA UR meninjau langsung kegiatan pertama yang bertempat di Sidomulyo Kota Pekanbaru, ditemani para jajaran Satgas STBA UR (dok: Satgas STBA UR)

satgas 3 edit

Para Satgas STBA UR yang turun kelapangan dalam penanganan bencana asap Riau berfoto bersama sehabis acara kegiatan (dok: Satgas STBA UR)

Dijadwalkan pada hari Jumat Tanggal 7 Maret 2014 Pukul 09.00 WIB bertempat di gedung lobi Rektorat, Rektor beserta jajaran Satgas STBA UR akan mengadakan Press Release yang mengundang media cetak maupun televisi nasional dan lokal terkait dengan sikap UR sebagai Center of Excelent di Provinsi Riau dengan berperan aktif dalam menemukan solusi tuntas dan melakukan aksi-aksi nyata terkait bencana asap di Provinsi Riau.

Jadwal kegiatan lainnya akan dilaksanakan pada hari Sabtu – Senin, Tanggal 8 – 10 Maret 2014 dengan melakukan aksi di lokasi-lokasi terbakar di desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dimana lokasi ini, lokasi terbakar paling parah, gedung sekolah dan rumah-rumah terbakar, dan harus mengungsi. Kegiatan tersebut nantinya meliputi Mapping rencana penelitian, tim medis, tim penyembuhan trauma psikis dan mempersiapkan kelanjutan aksi nyata. SATGAS STBA UR juga akan mempersiapkan logistik, pembangunan tenda yang difasilitasi oleh pihak AURI, tenda akan didirikan di depan kantor kepala desa Tanjung Leban. Rektor UR akan memimpin kegiatan ke lokasi tersebut.

Satgas STBA UR juga berharap bagi keluarga besar UR yang berkesempatan untuk dapat bergabung dalam aksi turun ke lokasi, bagi yang berminat dapat menghubungi keskretariatan satgas, Lantai 2 ruang PR 4 atau dapat menghubungi HP 08117510919. **(Hizra – BPTIK UR)

 

UR Launching TV Kampus

24022014107 ok

www.unri.ac.id. “Saya sudah mencoba diam-diam memantau perkembangan upaya pendirian TV Kampus di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau (Faperika-UR) ini, ternyata disadari oleh tim persiapannya (Tim Manajemen SEP-tv-red). Langkah ini saya lakukan untuk melihat sejauh mana kesungguhan dari tim untuk mewujudkan TV Kampus di lingkungan UR, dan ternyata cita-cita itu telah terwujud untuk menjadi kebanggaan kita bersama.” Demikian kutipan sambutan yang disampaikan Rektor UR, Prof Dr Ashaluddin Jalil MS pada acara launching SEP-tv dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan siaran pedesaan antara Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru dengan Faperika UR 24 Februari 2014 kemarin. Dalam sambutannya Rektor UR menyampaikan, bahwa pendirian tv kampus ataupun tv komunitas ini, sebenarnya sudah beberapa waktu lalu ingin kita kembangkan. “Saya sangat appreciated terhadap berdirinya SEP-tv ini untuk pengembangan di bidang ilmu komunikasi. Ketika kita punya kemauan, tidak ada apapun yang akan menjadi rintangan. Untuk itu pula, selaku pimpinan, saya selalu berupaya memberikan reward bagi yang siapapun civitas akademika di lingkungan UR yang berprestasi. Dengan cara memberikan pernghargaan baik berupa “sagu hati”, ataupun bentuk lainnya kepada siapapun yang turut mengharumkan nama Universitas Riau.”

 

Dekan Faperika UR, Prof Dr Ir Bustari Hasan MSc menyampaikan sambutan dalam acara launching SEP-tv dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan siaran pedesaan antara Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru dengan Faperika UR 24 Februari 2014 (foto: Rion-Humas UR)

 

“Para ahli dunia berawal dari kampus, teori, musisi, sastrawan, budayawan hampir semua berasal dari lingkungan kampus. Untuk itu, mari bersama-sama kita hargai orang yang telah berbuat baik dan berkreatifitas walau sekecil apapun,” ungkap Rektor UR menegaskan. “Saya Berharap, dengan adanya SEP-tv serta penandatanganan MoU terkait kerjasama di bidang penyiaran siaran pedesaan ini, dapat menjadi sarana komunikasi dan menghimpun informasi untuk pengembangan keilmuan maupun penyiaran tentang kearifan lokal daerah, dengan menampilkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya lokal daerah. Apalagi, pada bulan Mei nanti, kita (UR-red) akan mengadakan seminar loka karya (Semiloka) tentang kearifan lokal. Kemasan-kemasan perlu tangan terampil dan pengelolaan yang cerdas.” Pada kesempatan yang sama, Dekan Faperika UR, Prof Dr Ir Bustari Hasan MSc menyampaikan, akan senantiasa mendukung segala bentuk upaya pengembangan kompetensi bagi para civitas akademika Faperika khususnya. “Kita selalu membekali anak-anak kami dengan kompetensi-kompetensi plus untuk mampu mengisi lapangan kerja nantinya. Kita mencoba setiap tahun untuk mengadakan workshop dalam rangka peningkatan kompetensi utama bagi mahasiswa. Khusus untuk pengembangan SEP-tv, kita akan mengadakan kegiatan workshop setiap tahun, seperti pelaksanaan workshop kompetensi, workshop penyuluhan, dan workshop produksi media, sehingga diharapkan para lulusan nantinya mampu bersaing di dunia kerja.”

 

Rektor Universitas Riau, Prof Dr Ashaluddin Jalil MS, Dekan Faperika UR, Prof Dr Ir Bustari Hasan MSc, Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Kepala Stasiun RRI Pekanbaru beserta rombongan, dan Undangan menyaksikan launching SEP-tv (foto: Rion-Humas UR)

Sejalan dengan hal tersebut, Penanggung Jawab SEP-tv, Ir Ridar Hendri MSi mengungkapkan dasar pendirian tv kampus ini untuk menjawab tantangan global dan perkembangan teknologi yang berkembang saat ini. “SEP-tv hadir untuk menjawab tantangan teknologi dan perkembangan global yang ada saat ini, dan Alhamdulillah mulai dari persiapan hingga launching SEP-tv ini pimpinan Universitas Riau mendukung dan selalu memotivasi kami dalam mewujudkan televisi kampus ini, malah beberapa kali kami melihat pak Rektor menyempatkan waktu untuk hadir beberapa kali diam-diam melihat kesiapan kita manajemen SEP-tv dalam mendirikan tv kampus di lingkungan Universitas Riau ini.” Hadir pada acara yang di selenggarakan di Aula Gedung Dekanat Farika UR ini, Kepala Stasiun RRI Pekanbaru beserta rombongan, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Komisi IV bidang kesejahteraan pendidikan, beserta Ketua KPID Kota Pekanbaru.  ***(Rion-Humas UR/ Hizra-BPTIK UR)

PUSBANGDIK UR TAJA TES TOEP DAN TKDA UNTUK PARA DOSEN PENGUSUL NIDN

pusbangdik 3

Dalam rangka pengusulan untuk mendapatkan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) tahun 2014, Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) Pusat menetapkan 23 PLT Penyelenggara TES TOEP dan TES TKDA, salah satunya adalah Universitas Riau. Melalui Pusat Pengembangan Pendidikan (Pusbangdik), UR menaja dua buah tes yakni Test of English Proficiency (TOEP) dan Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Februari 2014. Tes yang dilakasanakan tersebut berbentuk online test, dilangsungkan dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 12.30 WIB, bertempat di Ruang Melati Pusat Komputer Universitas Riau.

Jumlah peserta tes kali ini sebanyak 23 orang yang berasal dari 10 Perguruan Tinggi Swasta wilayah Riau dan Kepulauan Riau, yakni masing-masing 1 orang dosen dari AMIK Mitra Gama, STIKES Al-Insyirah Pekanbaru, STIKES Tuanku Tambusai, Universitas Terbuka dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah, 3 orang dosen dari Politeknik Negeri Bengkalis, masing-masing 2 orang dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Payung Negeri dan STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai,  STAI Nurul Falah Airmolek mengirimkan 4 orang dosen, dan Universitas Pasir Pangaraian mengirimkan 7 orang dosen.

 

pusbangdik 2

Peserta TOEP dan TKDA tengah serius mengikuti rangkaian tes yang ditaja oleh Pusbangdik UR (foto: dok Pusbangdik UR)

 

pusbangdik 3

Soal TOEP dan TKDA berbentuk online test yang didapat dari Pusat Layanan Tes Indonesia, tes yang dilaksanakan di UR mengambil tempat di Pusat Komputer UR (foto: dok Pusbangdik UR)

PLTI merupakan Pusat Layanan Tes Indonesia yang melayani kepentingan bangsa dalam hal tes kemahiran bahasa Inggris dan kemampuan dasar akademik. Pada saat ini PLTI didukung oleh dua organisasi profesi tingkat nasional, yaitu TEFLIN (Asosiasi Pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia) dan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia). TEFLIN bertanggung jawab atas TOEP (Test of English Proficiency), sedangkan HIMPSI atas TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik).

 

pusbangdik 1

Gunawan Tabrani selaku penanggung jawab acara TOEP dan TKDA disela-sela acara (foto: dok Pusbangdik UR)

Disela-sela acara, Ir. Gunawan Tabrani, M.Si selaku Kepala Pusbangdik UR dan penaja acara menjelaskan bahwa PLTI melayani tes kemahiran bahasa Inggris dan kemampuan dasar akademik untuk tes dosen pengusul NIDN kali ini.

“Tes ini ditargetkan untuk para dosen pengusul Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), kelompok dosen peserta Serdos, kelompok dosen pencari biasiswa, dan kelompok calon dosen, serta kelompok anggota masyarakat lainnya. Sangat penting dan kami berharap para dosen yang mengikuti tes hari ini bisa sukses mendapatkan nilai yang tinggi.” harap Gunawan. **(Hizra BPTIK UR)

UR Menunjukkan Suatu Kemajuan: Review Perjalanan Beberapa Tahun Terakhir

IMG_0041 ok

www.unri.ac.id - Ada kelebihan, pasti ada kekurangan. Ada pencapaian, tentu ada pula kelemahan atau kekurangan yang belum tercapai. Begitu pula halnya dengan program ataupun kebijakan Universitas Riau (UR), ada program yang tercapai, ada pula program yang belum tercapai. Maka dari itu, kebijakan tahun 2015 harus dirancang program strategis untuk meneruskan serta memperbaiki dan menyempurnakan program sebelumnya. Pencapaian tersebut, dari bidang akademis misalnya, telah ada peningkatan-peningkatan dari sebelumnya seperti adanya mekanisme yang terprogram dalam meningkatkan mutu akademik (BKD dan IKD), meningkatnya IPK rata-rata, masa studi semakin singkat, berhasil dibuka beberapa prodi baru, peningkatan jumlah penyelenggaraan Program Studi  S2 dan S3, telah meluluskan mahasiswa Program Doktoral, meningkatnya jumlah dosen S3, bertambahnya Guru Besar baru, serta telah masuknya beberapa mahasiswa asing. “Pada tahun mendatang akan kita kembangkan Prodi yang terpaut dengan kebutuhan lokal serta bidang sain dan teknologi. Beberapa pengembangan jurusan telah disetujui oleh Senat UR, di antaranya pengembangan Jurusan Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan, serta pengembangan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) menjadi Jurusan Farmasi,” papar Prof Dr Aras Mulyadi DEA, Pembantu Rektor UR bidang akademis. Selain itu Aras menambahkan, Program S3 Manajemen akan dimulai dengan program aliansi dengan Universitas Brawijaya dan MoU-nya sudah dirintis. UR juga telah memiliki kerjasama dengan universitas yang ada luar negeri, melalui Lembaga Peneletian UR kita melakukan riset bersama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Asia, Eropa, dan negara lainnya. Bidang Keuangan, kemahasiswaan, Bidang Perencanaan dan Kerjasama

Bidang keuangan, Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) Universitas Riau juga menunjukkan tingkat perbaikan. Hal ini terlihat dari sistem pelaporan keuangan, tingkat kepatuhan dalam pengelolaan keuangan, serta transparansi keuangan ditingkat unit semakin meningkat. Sementara kekurangan dibidang keuangan, dimana pada sistem tatakelola UR masih harus dituntaskan, terutama tentang Struktur Organisasi Tata Kelola (SOTK) dan Statuta yang memiliki implikasi pada pelaksanaan kegiatan dan program secara menyeluruh. Bidang Kemahasiswaan, UR juga telah menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, seperti peningkatan pembiayaan beasiswa, partisipasi serta prestasi mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan di tingkat regional maupun nasional. Namun kekurangannya, kegiatan kemahasiswaan selama ini lebih banyak dalam bentuk kegiatan seremonial tanpa pembinaan kapasitas.

Untuk pencapaian bidang Perencanaan dan Kerjasama, telah terjadi peningkatan mutu perencanaan dan anggaran  berbasis output dan out come terukur. Selain itu, Secara berkelanjutan dan bertahap sistem perencanaan dibangun sinergi dari level bawah ke level universitas. Proporsi anggaran juga terus diperbaiki  dengan ratio kegiatan lebih besar dari porsi operasional. Maka untuk tahun 2015, UR telah merancang kebijakan serta program kegiatan untuk meneruskan program strategis, serta kekurangan-kekurangan yang belum sempurna. Walaupun begitu, Program Kerja Universitas Riau tahun 2015 sangat ditentukan oleh kontribusi pemikiran semua civitas akademika UR dan terlebih lagi partisipasi semua pimpinan-pimpinan yang ada di lingkungan UR. ***(Mukmin-Humas UR/ Hizra-BPTIK UR)