Pekanbaru, unri.ac.id -Universitas Riau sebagai sebuah Universitas Riset selalu membangun tatanan masyarakat kampusnya sebagai masyarakat ilmiah. Data dan fakta lapangan menjadi sebuah titik tolak dalam melakukan analisa, hal dasar inilah yang selalu ingin ditekankan kepada seluruh civitas akademika perguruan tinggi yang ada di tanah melayu ini.
Di tahun 2010, UR terus mengembangkan diri. Sebagai sebuah kampus yang mengusung konsep Kampus dalam taman, tatanan green kampus menjadi sebuah wajah bagi perguruan tinggi yang telah memiliki 10 Fakultas ini. Rektor Universitas Riau Prof.Dr.Ashaluddin Jalil,MS dalam minda dan program kerjanya, menginkan suasana kampus dalam taman ini akan menggerakkan semangat dan produktifitas masyakat kampus dalam melahirkan karya-karya ilmiah berkualitas, serta prestasi akademik yang membanggakan.
Suasana ini juga yang diharapkan Ashaluddin, agar masyarakat kampus betul-betul hidup dalam sebuah logika-logika murni warga kampus yang intelek. contoh sederhana misalnya, dalam keseharian warga kampus di cirikan dengan aktivitas berjalan kaki. Berjalan kaki, selain menyehatkan tubuh, namun juga mengajak warga kampus untuk membuka matanya ke segala arah. Pertama melihat apa yang berubah dengan alam sekitarnya, melihat apa yang kurang, apa persoalan yang muncul. Jika ada yang kurang atau ada masalah, maka mulai berfikir seperti apa solusi yang seharusnya
|
Ashaluddin. "Jangan membiasakan yang biasa, tetapi cobalah untuk berkreasi dalam rutinitas keseharian" |
Pakar sosiologi Perkotaan ini, juga mengharapkan, agar runut pemikiran seperti yang dipaparkan diatas, menjadi sebuah keseharian bagi warga kampus, sehingga ada sebuah aktifitas bahwa penelitian itu dimulai dari hal yang sederhana hingga kepada problematika sosial yang rumit sekalipun bisa diselesaikan secara intelek, bukan kekerasan, bukan debat kusir, ataupun juga bukan dengan wak prasangka yang akhirnya hanya akan melahirkan arogansi pribadi.
Masyarakat Kampus bukanlah masyarakat yang anti kritik, tetapi kritikkan tersebut haruslah mendasar, dan memberikan sebuah penilaian yang objektif. Pihak yang di kritik, hendaknya juga menjadikan kritikkan tersebut sebagai sebuah cerminan, dan sebuah langkah menuju kesuksesan.
"Sebagai masyarakat kampus, kita harus mengedepankan perubahan. Hidup itu harus dinamis. Satu hal lagi, kita harus selalu berkreasi, jangan pernah menjadikan hidup sebagai rutinitas. Membiasakan hal yang biasa, adalah pemikiran yang keliru. Tetapi selalu melahirkan ide-ide kreative dalam keseharian, barulah ciri masyarakat intelektual,"ucap Ashalludin
Berbicara dengan Data, buka Prasangka








