University of Riau

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
E-mail Print PDF

Guru Besar UR Silih Berganti

 

UR NEWS,unri.ac.id-Kalau tidak ada aral melintang, hari ini, Sabtu (13/2) dua orang dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau yaitu Prof DR Mashadi M.Si dan Prof DR Amir Awaluddin M.Sc dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Riau. Pengukuhan kedua orang dosen ini akan dikukuhkan oleh Rektor Universitas Riau Prof DR Ashaluddin Jalil MS di gedung Rektorat UR lantai IV kampus Bina Widya Panam Pekanbaru.

Pengukuhan kedua orang dosen FMIPA UR ini, sebelumnya dilakukan dalam rapat senat beberapa waktu lalu, dimana dalam rapat senat ini memutuskan kedua orang dosen ini berhak untuk dikukuhkan menjadi guru besar UR. Selain itu juga segala persyaratan administrasi juga telah dilengkapi, yaitu telah dikelirkan SK guru besar dari Kemendiknas RI.

Atas dikukuhkannya dua orang dosen FMIPA UR ini menjadi guru besar UR, Rektor UR Prof DR Ashaluddin Jalil MS menyambut baik, karena guru besar itu adalah pencapaian akademik tertinggi, dan itu telah dilakukan oleh dosen UR.

“Rasanya tidak ada yang lebih bernilai dari suatu perguruan tinggi, selain dosennya meraih guru besar, dan juga melakukan penelitian, pengabdian dan pengajaran,” kata Ashaluddin Jalil MS, Jumat (12/2) di Pekanbaru.

Kata mantan Dekan FISIP UR ini, dirinya, selalu memotivasi bagi dosen yang telah menyelesaikan S3 nya untuk menyelesaikan guru besar, dan bagi dosen yang S2 untuk segera melanjutkan ke jenjang S3. Langkah ini dilakukan adalah, untuk meningkatkan kualitas dari UR sendiri, karena untuk melahirkan lulusan-lulusan yang handal diperlukan tenaga yang handal pula. Dosen adalah kunci utamanya. Maka dari itu UR tetap berkomitmen untuk meningkatkan terus SDM lulusan maupun tenaga pengajarnya.

“Hendaknya dengan dikukuhkan guru besar ini, tentunya dosen-dosen UR yang lain menjadi terpacu untuk segera maraih guru besar. Saat ini dua, dan yang dalam proses pengusulan terus ada. Oleh karena saya harapkan kondisi ini silih berganti,” kata Ashaluddin.

Sementara itu, dosen FMIPA UR yang akan dukukuhkan Prof DR Mashadi M.Si mengatakan, pengusulan guru besarnya ini terbilang terlambat, pasalnya pada tahun 2005 kemarin prasyarat dirinya untuk menjadi guru besar telah mencukupi, namun melihat berbagi faktor, salah satunya masih muda dan ingin berkiprah diluar tertutama dibidang matematika, dirinya mengurunkan niatnya itu.

“Saya sempat dimarahi oleh mantan Rektor UR Prof DR Muchtar Achmad M.Sc, karena tidak mengajukan pengusulan,” kata Mashadi seraya mengatakan, dengan diraihnya guru besar ini, kata vice president Himpunan Matematika Indonesia, dirinya tetap komit untuk melakukan penelitian-penelitian dan juga mengabdi di UR ini.

Sementara itu, Prof DR Amir Awaluddin M.Sc mengatakan guru besar yang diraihnya itu bukan akhir dari segalanya. Meskipun ini adalah pencapaian akademik tertinggi, namun baginya guru besar adalah titik awal untuk melanjutkan tonggak estafet dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Saya akan terus melakukan riset-riset andalan, sesuai disiplin ilmu saya, yaitu Kimia Anorganik. Selain itu juga saya akan terus mengaplikasikan ilmu saya kepada mahasiswa dan masyarakat,” kata Amir.

Amir juga menambahkan, saat ini dirinya konsen dalam melakukan penelitian dalam bidang energi alternatif, yaitu biodiesel. Penelitian ini menurutnya, sangat relevan dengan kondisi sekarang dimana, sumber energi fosil akan habis, maka dari itu perlu dicari alternatifnya.

You are here: News-Archive Berita UR Guru Besar UR Silih Berganti

joomla site stats