Guru Besar Universitas Jungwon Kuliah Umum di HI UR
UR NEWS,unri.ac.id-Guru besar dari Universitas Jungwon Korea Selatan Prof Delancey Rebecca Ph D, sabtu (13/2) memberikan kuliah umum Korean Women Rights and Feminisemt, di Jurusan Hubungan Internasional FISIP universitas Riau.
Rebecca menuturkan bahwa kunjunganya ke Riau adalah untuk memberbagi ilmu pengetahuan bagi mahasiswa-mahasiswa hubungan Internasional, terutama yang konsens terhadap perkembangan hak azazi, perempuan dan isu gender. Hadir kuliah umum ini dosen HI, Dra Ummi Oktaria,MA, DR Alimin Siregar MSi yang juga mantan ketua jurusan HI, serta pakar politik luar negeri FISIP UR DR Faisal Khairani MA.
Dalam kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa HI FISIP UR, Rebbeca menyampaikan, posisi wanita di Korea Selatan berada dalam strata sosial paling bawah. Bahkan wanita selalu berada tekanan dalam setiap mengambil keputusan hidupnya. Meskipun saat ini Korea Selatan berada dalam perkembangan industrialisasi, namun beberapa aspek sosial wanita masih dalam posisi tertekan.
“Saya mendapati banyak wanita di Korea Selatan harus menjadi buruh di perusahaan industri alat berat, itupun dengan gaji yang cukup rendah, serta memiliki waktu kerja melebihi waktu normal. Mungkin anda pernah mendengar sebuah penelitian, bahwa negara yang memiliki waktu kerja tertinggi adalah Korea Selatan salah satunya. Dan untuk fenomena ini, wanitalah yang paling banyak mengalami beban tersebut, karena tuntutan kebutuhan keluarga,” ujar Rebecca.
Hal yang cukup miris sekali menurut wanita berkulit hitam ini, perusahaan hanya mau menerima wanita-wanita yang belum menikah sebagai tenaga kerja, karena wanita yang menikah dinilai tidak efisien dalam bekerja, dan hanya akan merugikan perusahaan.
Penjelasan Rebecca yang begitu runut mengenai perkembangan Korea Selatan khususnya, cukup menarik perhatian mahasiswa HI yang juga calon-calon diplomat Bahkan tanya jawab secara interaktif pun berjalan lancar dengan bahasa inggris mereka yang juga cukup lebih baik.
"Saya bangga diberikan kesempatan untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa HI UR. mereka cukup interaktif, bahkan tak segan-segan bertanya mengenai beberapa isu perkembangan tentang Korea Selatan. Jujur saya memang bukan pakar politik, tetapi isu mengenai gender di Korsel sedikit banyak saya pahami, dan memang menurut dosen HI Ummi, isu tersebut masuk dalam salah satu mata kuliah mahasiswanya,” kata Rebecca kepada UR NEWS.
Sementara itu, Dekan FISIP UR Drs H Ali Yusri MS menyambut baik kuliah umum yang diadakan oleh jurusan HI, apalagi mengundang dosen perguruan tinggi dari luar. “Kami di FISIP membudayakan untuk mendatangkan dosen-dosen tamu dari luar untuk memberikan kuliah umum di FISIP ini,” kata Ali.
Selain itu juga, menurut Ali, adanya kuliah umum ini memberikan pencerahan bagi mahasiswa, karena selama ini, mereka diajar oleh dosen FISIP UR, namun kali ini dosen yang berbeda dengan disiplin ilmu yang sama, turut mengajar mereka.
“Saya harapkan, mahasiswa dapat mendapatkan sesuatu yang berharga dari dosen tamu itu, karena apa yang disampaikannya itu, adalah kondisi negara luar, yang bagi kita mungkin minim mengetahuinya,” ucap Ali.








