Pahlawan:Diteladani atau Dieksploitasi?

 

HariPahlawan, hanya dikenal di masyarakat yang ingin menumbuhkan kesan menghormatijasa pendahulunya di masa lalu. Dan untuk disebut pahlawan, sosoknya harussudah tiada, karena dari sana baru bisa dikalkulasi baik-buruk perjalananhidupnya.

Menghormati mereka yang telah berjasa, tentu saja boleh-boleh saja,dan sudah selayaknya, sekalipun tidak semua negara memiliki hari pahlawannyasendiri-sendiri. Hanya saja tetap perlu dipilah-pilah, siapa dan bagaimanajatidiri dari yang disebut pahlawan. Sebab, sekalipun sama-sama dikatagorikanpahlawan, perlakuan terhadapnya bisa berbeda-beda. Perbedaan itu didasaripada kenyataan, bahwa tidak semua yang disebut pahlawan itu meninggal sebagaimuslim. Juga julukan pahlawan diberikan oleh pelaku sejarah berikutnya,yang tidak selalu sepemahaman dan sepemikiran, sehingga kriterianya bisaberbeda-beda.

Ihwal kriteria ini menyebabkan julukan pahlawan menjadi terkesan sekadarformalitas, ibarat pangkat dan jabatan. Karena itu tepatlah kesadaran yangtetap mengakui, bahwa bukan hanya yang namanya disebut itulah yang layakdiangkat sebagai pahlawan. Betapa banyak orang yang telah mengabdikan hidupnyauntuk kebaikan ummat tanpa pamrih keduniaan. Setiap zaman memiliki pahlawannyasendiri-sendiri.

Formalitas yang diberikan itu didasarkan pada apa yang nampak. Karenanyabisa jadi --apalagi di zaman yang serba bisa dibeli ini-- orang yang berniatburukpun menjadi nampak hanya serba baik, dan kemudian 'diresmikan' menjadipahlawan. Seseorang juga bisa dianggap pahlawan bagi suatu kelompok masyarakat,tetapi disebut pengkhianat bagi kelompok masyarakat lain. Penyebutan pahlawanatau pengkhianat itu biasanya dilatarbelakangi kepentingan masing-masing.Dengan kata lain, generasi penerus mengeksploitasi nama pendahulunya untukkepentingannya sendiri.

Bagi ummat Islam, yang utama adalah esensinya. Sebutan itu urusan dunia,sedang penentu nasib adalah bagaimana nilai di hadapan Allah swt. Kitatak usahlah mengejar sebutan pahlawan di dunia, karena itu semua fana sifatnya.Alangkah nelangsa, bila disanjung-sanjung sepanjang umur, tetapi di akhiratmerana sendirian di neraka. Bukankah lebih baik di dunia menjadi orangbiasa, asal sukses hingga ke akhirat?

Kita punya pahlawan masing-masing. Perjuangan mereka bisa menjadi inspirasidan pendorong. Tetapi pahlawan yang harus senantiasa dikenang dan diteladani,adalah pahlawan dan idola kita, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Kita boleh 'mengeksploitasi' kepahlawanannya, demi membawa ummat manusiabersama-sama menuju surga.

 

Daftar Isi